Contoh
Business Plan “ GG Net”
“GG Net” merupakan warnet (warung
internet) yang di desain ramah lingkungan dengan konsep go green yang
mengacu kepada isu global warming yang semakin mengkhawatirkan.
“GG Net” didirikan atas kerjasama
beberapa pihak yang memiliki kesamaan tujuan. Dalam konsep
bisnis ” GG Net”, warnet harus
menjadi tempat multiguna bagi orang yang ingin merasakan nikmatnya menjelajahi
dunia maya dan menjajal teknologi digital terbaru. Jadi, selain surfing,
browsing, e-mail, dan chatting, diwarnet ini orang juga bisa melakukan cetak
foto digital secara langsung, entah itu dari kamera digital atau ponsel.
Selain layanan warnet yang komplet, yang membuat ” GG Net “berbeda, dia juga menawarkan suasana yang cozy, khas
kafe-kafe. Suasana berbeda langsung mencuat begitu kita melewati pintu
masuknya. Tak ada stasiun-stasiun yang dibatasi partisi sempit dan sumpek yang menjadi suasana khas
warnet biasa. Semua peralatan digital di situ ditata apik, dipadu interior yang
gaya, menghadirkan suasana santai dan kesan luas.
” GG Net” memiliki 32
PC, penataan dengan model sekat, sehingga untuk setiap pengguna bisa
berinternet ria dengan nyaman, tak terganggu dengan yang lain. Untuk prospek
pengembangan usaha diadakan pelatihan edukasi gratis seputar dunia IT
(Information Technology), sebulan sekali.
Sumber dana ” GG Net” berasal dari
bisnis owner dan beberapa pihak yang memiliki tujuan dan kepentingan yang sama
dengan si bisnis owner. Dengan adanya tarif akses data dari
penyelenggaraan jaringan dan jasa Internet yang lebih rendah; meningkatnya
kebutuhan akses bagi kalangan yang tidak memiliki sarana akses Internet di
rumah, kantor, atau sekolah serta dukungan regulasi yang lebih kondusif
memungkinkan usaha warnet mengalami pertumbuhan yang baik dan memiliki prospek
yang bagus ke depannya.
2. LATAR BELAKANG PERUSAHAAN
|
1.
|
GG Net
|
|
2. Bidang Usaha
|
Warung
Internet
|
|
3. Jenis Produk / Jasa
|
Jasa
Akses Internet
|
|
4. Alamat Perusahaan
|
Jl. Taman
Siswa, Sekaran, Gunung Pati
|
|
5. Nomor Telepon
|
021
2673087
|
|
6. Nomor Fax
|
021 7449566
|
|
7. Alamat E-mail
|
ggnet@gmail.com
|
|
8. Situs Web
|
www.ggnet.com
|
|
1. Nama
|
Alif
Tutik Emy AF
|
|
2. Jabatan
|
Bisnis
Owner
|
|
3. Tempat dan Tanggal Lahir
|
Pati, 15
Januari 1994
|
|
4. Alamat Rumah
|
Jalan
Taman Siswa Sekaran 06
|
|
5. Nomor Telepon
|
085611221538
|
|
6. Nomor Fax
|
021 7492783
|
|
7. Alamat E-mail
|
aliftutikemy@gmail.com
|
|
8. Pendidikan Terakhir
|
S1 Economic
Education
|
3. DESKRIPSI USAHA
3.1.Konsep
Usaha
Meskipun
teknologi berkembang dengan cepat, pemenuhan akan akses Internet yang murah dan
cepat saat ini hanya bisa diberikan oleh warnet. Beberapa teknologi akses
Internet yang sekarang diberitakan berbiaya murah pun, jika diperhatikan, ternyata
tetap mahal. Harga perangkat komputer, baik perangkat keras maupun lunak, masih
tidak terjangkau oleh sebagian besar masyarakat kita sehingga kebutuhan akan
warnet akan selalu ada.
Semakin
maraknya penggunaan Internet membuat para pebisnis atau investor melirik
peluang ini sebagai usaha yang menjanjikan. Tak hanya konsultan atau pebisnis
spesialis, pengusaha tanggung yang hanya memiliki modal pas-pasan pun dapat
membangun bisnis ini dengan segenap usaha penekanan terhadap biaya.
Seperti
yang kita ketahui bahwa investasi awal pada proyek yang berhubungan dengan IT
(Information Technology) adalah investasi yang sangat besar. Investasi awal
yang ditanam pada pembangunan warnet ini meliputi pembuatan jaringan serta
instalasi perangkat keras dan perangkat lunak. Tidak ketinggalan izin usaha
yang merupakan poin penting.
Persiapan
awal
Bukan
hanya dana yang diperlukan pada pembangunan warnet, rencana yang matang dan
tidak setengah-setengah perlu dipersiapkan dengan baik pula. Biasanya,
persiapan membangun warnet kurang lebih 3 bulan, mulai dari pencarian tempat,
pencarian SDM yang andal, pembelian alat-alat dan perlengkapannya, pengurusan
jasa provider untuk koneksi Internet, juga pengurusan badan hukumnya.
Menggunakan
jasa konsultan untuk membangun dan mengelola warnet sah saja dilakukan
sepanjang modal yang dimiliki mencakup untuk itu. Biasanya jasa konsultan perlu
digunakan selama tahun pertama operasional. Lebih dari 1 tahun, pengusaha dapat
lebih mandiri dalam pengelolaannya.
Tempat
(Sewa/Beli): merupakan biaya yang dikeluarkan
selama warnet berjalan meskipun renovasi seperti pengecetan ulang, pembersihan
ruangan, dan menaikkan daya listrik (bila diperlukan). Server : Diusahakan
memiliki spesifikasi yang lebih baik dari client. Server dapat digabung dengan
komputer kasir. Untuk client, dapat digunakan komputer-komputer bekas dengan
catatan, diperiksa dahulu secara keseluruhan.
Perangkat
Jaringan: Hub/Switch yang menghubungkan
antarclient, jumlah portnya dapat disesuaikan dengan jumlah client. Modem digunakan
bila koneksi dilakukan melalui saluran telepon atau ADSL. Access Point dan
antena akan diperlukan jika koneksi Internetnya menggunakan wireless. Panjang
kabel UTP dan jumlah RJ45 disesuaikan dengan hasil pengukuran dari setiap
client ke hub/ switch dan perhitungan jumlah client. Untuk penyatuan kabel dan
RJ45, digunakan crimpping tool dan bila perlu, gunakan LAN tester untuk
mengetahui penyatuan kabel yang dilakukan berhasil atau tidak.
Furniture
yang diperlukan meliputi meja-kursi kasir (bisa sekaligus merangkap admin) dan
meja-kursi client. Fasilitas tambahan dapat diperhitungkan, seperti printer,
scanner, minuman atau makanan ringan.
Untuk
anggaran belanja dibuat dengan serinci-rincinya agar tidak ada hal-hal yang
terlewatkan. Membuat laporan keuangan tentang pemasukan dan pengeluaran setiap
bulannya dilakukan secara benar dan teliti.
Kabel atau
wireless ?
Kepraktisan
bisa jadi bahan pertimbangan untuk koneksi Internet di warnet. Penggunaan
wireless saat ini mendominasi sebagian besar koneksi ke warnet. Kondisi ini
sudah berlangsung beberapa tahun yang lalu dan semakin meluas sejak penggunaan
frekuensi 2,4 Ghz dibebaskan dari biaya lisensi. Meskipun demikian, penggunaan
frekuensi radio ini ada batasan-batasan teknis. Namun dalam beberapa tahun ke depan,
bisa dipastikan penggunaan wireless Internet link akan tetap menjadi primadona
kecuali terjadi perubahan biaya akses via kabel/fiber optic yang signifikan.
Sebab walau bagaimanapun, mutu akses melalui kabel atau fiber optic lebih bagus
dibanding melalui jalur wireless. Secara teknis, ini menunjukkan kemampuan
orang Indonesia dalam memanfaatkan teknologi yang ada untuk memenuhi kebutuhan
akan akses Internet yang murah dan cepat.
Apapun
pilihan untuk koneksi Internet, jangan lupakan untuk memperhitungkan bandwith
(kecepatan), biaya pengadaan, biaya koneksi dan layanan technical support yang
disediakan provider agar masalah cepat teratasi begitu ada masalah.
Game
center & e-Learning
Pengadaan
game center untuk game jaringan bisa menjadikan tambahan pemasukan selain
warnet yang berfungsi untuk browsing, e-mail, dan chatting. Selain tidak
memerlukan pengeluaran biaya untuk akses Internet, game jaringan mempunyai
peminat yang tidak sedikit dan biasanya, pemain pesertanya adalah kelipatan
empat atau delapan.
Model
game center lainnya adalah yang mengakomodir game yang memerlukan akses
Internet, seperti yang sangat terkenal adalah Ragnarok (biasa disingkat RO),
dan biasanya ditempatkan terpisah dengan ruangan warnet. Bisa juga menjual
voucher game ini untuk pemasukan tambahan.
“Green
Warnet” memiliki dana lebih dan bekerjasama dengan orang-orang yang peduli
serta memiliki rasa tanggung jawab terhadap dampak keseimbangan sosial, “Green
Warnet” dapat mendidik dan mencerdaskan masyarakat sekitar warnet. Caranya antara
lain dengan menyediakan e-Learning dan pelatihan cuma-cuma yang menghasilkan
konsep pencerdasan serta menyeimbangkan antara hiburan (game center, chatting),
informasi (surfing, e-mail) dan edukasi. Website http://warungilmu.cjb .net
adalah salah satu contoh konsep pencerdasan yang dapat diterapkan sebagai
bentuk kepedulian pembelajaran di bidang IT.
Billing
Tarif
merupakan bagian terpenting dalam billing. Kecanggihan suatu billing ditentukan
oleh bagaimana kelengkapan fasilitas serta kemudahan proses konfigurasi dan
penggunaannya, baik oleh kasir maupun pengguna warnet. Tarif juga merupakan
salah satu strategi marketing.
Keuntungan
pemakaian program billing adalah memudahkan dalam melakukan perhitungan
keuangan, pencatatan waktu lebih akurat, dan pengawasan. Dengan begitu dapat
mengurangi kecurigaan terhadap kasir, dan menjalin hubungan kemitraan dengan
penyedia jasa program ini.
“Green
Warnet” menggunakan software legal dengan
mengikuti aturan dan harga yang tinggi.
a.
Visi
Menjadi warnet yang
multifungsi dan ikut berperan mencerdaskan anak bangsa.
Menjadi warnet yang
ramah lingkungan.
b.
Misi
Menghasilkan konsumen
yang berwawasan luas dengan adanya pelatihan gratis yang bermutu tinggi.
c.
Tujuan
Membangun sumber daya manusia
Indonesia melalui akses internet cepat dengan fasilitas lengkap dan beredukasi.
d.
Nilai
CERDAS (Cepat,
Efektif dan Efisien, Ramah, Disiplin, Akuntabel dan Simpatik).
Turut
Mencerdaskan anak bangsa dengan akses internet cepat.
4.1 PRODUK YANG DIHASILKAN
Produk berupa
jasa akses internet dikemas secara user friendly, dengan cita rasa yang
disesuaikan dengan selera dengan spesialisasi kebutuhan pasar, dan bertujuan membangun sumber daya manusia
Indonesia melalui akses internet cepat dengan fasilitas lengkap dan beredukasi.
Beberapa warnet telah mempertimbangkan untuk beralih ke OS
open source seperti Linux dan FreeBSD. Tapi, kendala yang dihadapi cukup
beralasan untuk masih menunda penggunaan OS open source tersebut. Alasan-alasan
tersebut antara lain belum terbiasanya user/ pelanggan dalam menggunakannya
walau sebenarnya kompatibilitas dan keandalannya dapat dibilang cukup user
friendly. Ada juga yang beralasan, komunitas open source adalah komunitas yang
eksklusif, dan pelit untuk berbagi ilmu ke masyarakat pengguna komputer. Namun,
ada jalan supaya OS open source menjadi familiar yaitu dengan semakin seringnya
membiasakan masyarakat menggunakan OS open source.
Ini seperti istilah ‘apa yang lebih dulu, telur atau ayam?’
Apakah menunggu OS open source menjadi familiar buat orang banyak atau kita
yang mem-familiarkan OS open source? Beberapa warnet diketahui telah berani
mengambil langkah untuk migrasi ke penggunaan OS open source. Ada beberapa
warnet yang sukses, namun ada juga sebagian dari mereka yang akhirnya tutup
atau berbalik menggunakan Windows keluaran Microsoft. Namun, untuk menggunakan
software legalpun dibutuhkan kocek besar dan kantong tebal. Tidak hanya membeli
sistem operasinya saja, seperti Window XP Professional yang dijual seharga US$
295, namun software-software pendukung Internet lainnyapun harus dibeli dengan
harga yang cukup tinggi pula
4.3 ANALISIS
PESAING
|
PESAING
|
KEUNGGULAN
|
KELEMAHAN
|
|
The
Patch Warnet
|
1. Merupakan nasional brand
2. Memiliki
citra merk yang bagus pada konsumen
3. Untuk
segmen kelas menengah atas
|
1. Layanan
yang kurang ramah
|
|
Fast
Warnet
|
1. Memiliki beberapa cabang
2. Akses cepat
|
1. Ruangan tak bersekat, privacy
kurang
|
4.4 SEGMEN PASAR YANG DITUJU
Berdasarkan
wilayah geografis, segmen pasar yang dituju adalah anak-anak sekolah,
mahasiswa, pegawai, dan masyarakat umum yang berada di sekitar ”Green Warnet”
pusat maupun ”Green Warnet” cabang yang tersebar di Jabodetabek.
4.5 STRATEGI PEMASARAN
|
STRATEGI
PEMASARAN
Ø Penataan
ruangan yang artistik, efektif dan efisien.
Ø Membina
hubungan yang baik dengan pelanggan menggunakan member card.
Ø Penambahan
fasilitas dengan pelatihan edukasi gratis yang diadakan satu bulan sekali.
Ø Optimalisasi
keunggulan dengan konsep ”go green” yang tampil beda.
|
|
PENGEMBANGAN WILAYAH PEMASARAN
Ø Wilayah
pemasaran akan diawali dari Jabodetabek.
Ø Pemasaran
dikembangkan melalui jaringan asosiasi warnet.
|
|
PENETAPAN HARGA
Tarif
billing warnet di hitung per Kbps akses data yang dilakukan si pelanggan.
|
4.6 SALURAN DISTRIBUSI
KEGIATAN PEMASARAN DAN PROMOSI YANG AKAN DILAKUKAN
|
ADVERTISING /
IKLAN
Iklan/promosi dilakukan di media-media
cetak dan non cetak.
Bentuk-bentuk iklan menggunakan
bahasa yang mudah dimengerti semua kalangan.
|
Tahap Perencanaan:
1. Hitung
bisnis plan dengan baik, komponen penting yang harus diperhatikan adalah:
- Investasi yang terdiri dari beberapa komponen utama seperti komputer, peralatan LAN, printer, perangkat lunak, meja kursi dan biaya marketing. Sebagai gambaran perkiraan umum jumlah komputer akan menjadi biaya utama investasi.
- Biaya operasi bulanan yang meliputi gaji operator, office boy, satpam, akses internet, biaya telepon, listrik, air.
- Pemasukan yang berupa iuran bulanan bagi akses e-mail dan / atau akses Web.
2. Survey
ke lapangan untuk melihat potensi pasar – beberapa patokan sederhana yang perlu
diperhatikan adalah:
- Populasi orang muda yang berada di sekitar wilayah warnet (paling mudah jika berada di dekat kampus / sekolah).
- Kemampuan finansial orang-orang muda tersebut (minimal sekali mereka sebaiknya mampu mengeluarkan uang Rp. 10-20.000 / bulan untuk akses Internet).
Kuasai teknologi Internet & WARNET.
- Lakukan survey kondisi jaringan telepon tempat WARNET tersebut, jangan sampai kecepatan data yang akan diperoleh sangat rendah. Sebaiknya diusahakan agar kecepatan dapat mencapai 56Kbps di siang hari.
Tahap Instalasi:
Setelah yakin kita menguasai teknologi WARNET, jaminan pasar
cukup baik dan secara bisnis memungkinkan maka langkah selanjutnya adalah
melakukan instalasi dan kegiatan pemasaran. Pada saat kegiatan instalasi ini
waktu yang dibutuhkan relatif singkat mungkin hanya sekitar 1-2 minggu-an saja
jika ruangan & telepon telah tersedia. Sisanya hanya melakukan instalasi
komputer dan LAN yang dibutuhkan.
Hal yang paling sulit adalah mendidik operator / penjaga
warnet, karena dibutuhkan kemampuan komputer dan juga nantinya menjadi semacam
customer care bagi pelanggan warnet yang belum tentu semuanya mengenal Intenet
bahkan tidak mustahil sebagian besar belum mengenal Internet. Oleh karena itu
pada tahapan perencanaan orang / calon operator warnet tersebut di didik dulu
masalah Internet sebelum di terjunkan sebagai operator warnet.
Tahap operasi:
Pada tahapan ini secara teknologi WARNET telah beroperasi
dengan lancar, adapun yang perlu dikembangkan lebih lanjut pada saat operasi
WARNET adalah:
- Marketing / penetrasi pasar. Baik itu melalui leaflet yang relatif sederhana. Maupun menggunakan metoda-metoda marketing yang lebih kompleks, misalnya mengadakan acara-acara diskusi Internet di warga sekitar, talkshow melalui radio dan lain-lain.
- Sering kali yang menjadi masalah adalah ketidak tahuan calon pengguna akan keuntungan yang diperoleh melalui internet – misalnya untuk usaha kecil & menengah, untuk entertainment, dll. Usahakan untuk memberikan wadah bagi pengguna agar menjadi jelas keuntungan yang akan diperoleh dari Internet.
- Yang mungkin akan menarik juga adalah dengan menggabungkan dengan kursus-kursus penggunanan Internet.
- Membangun masyarakat melalui forum-forum diskusi misalnya melalui mailing list di Internet. Ada cukup banyak saat ini mailing list di Internet & juga dijelaskan dalam buku saya “Teknologi Warung Internet”.
|
STRATEGI PEMASARAN
Ø Iklan/promosi
dilakukan di media-media cetak dan non cetak.
Ø Bentuk-bentuk
iklan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti semua kalangan.
Ø Penataan
ruangan yang artistik, efektif dan efisien.
Ø Membina
hubungan yang baik dengan pelanggan menggunakan member card.
Ø Penambahan
fasilitas dengan edukasi gratis yang diadakan satu bulan sekali.
Ø Optimalisasi
keunggulan dengan konsep ”go green” yang tampil beda.
|
|
STRATEGI MERK
Dalam rangka menanamkan brand image warnet yang ramah
lingkungan, ”Green Warnet” memberikan member card kepada setiap pelanggan,
yang telah berkunjung lebih dari tiga kali. Member card tersebut terbuat dari
kertas daur ulang yang dimodifikasi.
|
7. ANALISIS KEUANGAN
8. ANALISIS DAMPAK DAN RESIKO USAHA
8.1 DAMPAK TERHADAP MASYARAKAT SEKITAR
|
MACROBUTTON NOMACRO - [Dampak pemasaran terhadap
Masyarakat menjadi tahu bahwa ada warnet yang ramah lingkungan.
MACROBUTTON NOMACRO - [Dampak produksi dan teknologi
terhadap masyarakat]
Masyarakat menjadi bertambah wawasannya dengan adanya
pelatihan edukasi gratis.
|
8.2
DAMPAK TERHADAP LINGKUNGAN
|
MACROBUTTON NOMACRO - [Dampak produksi dan teknologi terhadap
lingkungan]
Lingkungan
dapat terselamatkan dari akibat global warming, karena “Green Warnet”
memiliki ruang lingkup taman yang ditanami tanaman penetralisir kebocoran
ozon, tanaman dibudidayakan secara professional di sekitar “Green Warnet”
oleh pakar biologi yang juga turut mendukung keberadaan “Green Warnet”.
|
8.3
ANTISIPASI RESIKO USAHA
|
Kegiatan
yang meminimalkan resiko usaha warnet, yang perlu diperhatikan diantaranya:
1.
Kecepatan, jangan sampai konsumen terlalu lama dalam membuka situs, sangat
cepat lebih baik, karena biasanya konsumen terburu atau ingin cepat
mengerjakan beberapa PR yang telah disiapkan.
2.
Fasilitas, fasilitas ini penting karena menunjang betahnya konsumen
berlama-lama bermain internet. Seperti minuman, makanan, ruangan ber-AC,
headset dan camera, makin lengkap makin baik.
3. Area
komputer tertutup, Bila tidak tertutup konsumen tidak begitu privasi dalam
bermain. Alih-alih menghindari konsumen membuka situs porno, sehingga
dibuatlah area bermain internetnya yang terbuka. Untuk area tertutup sangat
disarankan untuk membuat tulisan pelarangan melihat situs porno. Memberi
kebebasan pada konsumen akan meningkatkan omset.
4.
Bonus, berikan bonus untuk konsumen setiap pemakaian yang lama, misalnya
setiap 2 jam bonus 1 jam dst.
5.
Musik, sediakan lagu-lagu yang lengkap agar konsumen bisa enjoy otaknya
dengan lagu-lagu kesukaannya. Berarti harus menyediakan lagu-lagu yang
lengkap dari berbagai aliran musik. Dijamin laris manis, konsumen bebas
memilih lagu dan mendengarkan via head setnya.
6. Film,
jarang ada warnet yang menyediakan film-film terbaru, jadi begitu konsumen
mulai jenuh ia bisa melihat film untuk jeda sebentar.
|







0 komentar:
Posting Komentar