BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Suatu perusahaan pasti memiliki suatu masalah dalam
kegiatan operasional maupun non operasional. Masalah selalu muncul dalam
situasi dan kondisi apapun. Masalah itu selalu ada ketika informasi yang terima
suatu perusahaan tidak relevan dengan informasi sebenarnya. Semua sistem informasi akan menyebabkan masalah, tanpa memperdulikan seberapa baiknya sistem
tersebut didesain.
Masalah
yang muncul harus diselesaikan dengan pertimbangan yang baik dan benar. Perbaikan masalah sistem informasi disebut maintenance programming, yang
meliputi tanggapan terhadap masalah sistem dan penambahan fungsi baru ke sistem.
Maintenance programming mencakup 60 sampai 90 persen dari programming budget
dan menunjukkan apakah sistem informasi yang memburuk perlu diganti atau
dipertahankan dengan melakukan perbaikan kecil (minor).
Masalah sistem informasi berhungan dengan karakteristik informasi. Hasil
dari sistem informasi harus dapat digunakan untuk kegiatan managemen ditingkat
operasional, taktis dan strategik. Jika tidak dapat digunakan, informasi
tersebut layak untuk tidak diperhatikan lagi. Beberapa gejala dari informasi
yang tidak lagi relevan, antara lain : Banyak laporan yang isinya terlalu
panjang, Laporan tidak digunakan oleh pihak yang menerimanya, Permintaan informasi
tidak tersedia dalam SI(Sistem Informasi), Sebagai laporan yang tersedia tetapi
tidak diminta/dibutuhkan, Bertumpuknya keluhan-keluhan pemakai ketika laporan
tidak diproduksi dan disebarluaskan.
Dalam suatu masalah
harus ada pemecahannya, Pemecahan masalah merupakan tindakan yang dilakukan
untuk menghandle permasalahan yang ada dalam sistem informasi. Yang mana
istilah pemecahan masalah mengingatkan pada perbaikan hal-hal yang salah. Tidak
diragukan lagi bahwa para manager memberi respon dengan cepat pada
pengaruh-pengaruh yang merugikan, untuk mencegah atau meminimumkan kerusakan.
Namun para manager juga memeberi respon pada hal-hal yang lebih baik dari
perkiraan. Saat para manager menemukan kinerja yang luar biasa baik, mereka
bertindak untuk menjadikannya lebih baik lagi atau untuk mencapai kinerja
sebaik itu di area yang lain. Jadi pemecahan masalah berarti tindakan memberi
respon terhadap massalah untuk menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang
keuntungannya.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas ada beberapa masalah yang dapat dipetik:
a.
Apakah pengertian
masalah dalam sistem informasi manajemen?
b.
Apa sajakah jenis masalah dalam
Sistem Informasi Manajemen ?
c.
Apa yang dimaksud dengan
pemecahan masalah dalam informasi manajemen?
d. Solusi apa yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah-masalah yang ada
dalam informasi manajemen?
e.
Bagaimanakah contoh Masalah dalam
perusahaan dan analisis masalah tersebut ?
C.
Tujuan
a.
Mengetahuai pengertian
masalah dalam sistem informasi manajemen.
b.
Memahami jenis masalah dalam Sistem
Informasi Manajemen
c.
Mengetahui maksud dari
pemecahan masalah dalam sisitem informasi manajemen.
d. Menerapkan solusi dalam mengatasi masalah sistem informasi manajemen.
e.
Mampu menyebutkan contoh Masalah
dalam perusahaan dan analisis masalah tersebut.
BAB
II
PEMBAHASAN
I.
Pengertian
masalah
secara umum menurut para ahli :
1. Irmansyah Effendi
Masalah adalah pelajaran saat anda
sadar sebagai kesadaran jiwa, anda dengan mudah dapat melihat kelemahan dan
masalah anda
2.
Abdul Cholil
Masalah adalah bagian dari
kehidupan. Setiap orang pasti pernah menghadapi masalah, bisa bersumber dari
diri sendiri maupun bersumber dari orang lain
3. Jeffry Liker
Masalah merupakan peluang untuk
perbaikan, kebalikan dari masalah adalah peluang
4. Jujun Suparjan Suriasumantri
Masalah merupakan titik tolak dari
seluruh kegiatan keilmuan yang akan dilakukan
5. Istijanto
Masalah merupakan bagian yang paling
penting dalam proses riset, sebab masalah memberi pedoman jenis informasi yang
nantinya akan dicari
6. Richard Carlson
Masalah adalah tempat terbaik untuk
berlatih agar hati kita tetap terbuka karenamasalah adalah bagian dari
kehidupan kita
7. Agung Wijaya
Masalah merupakan suatu keadaan yang
tidak seimbang antara harapan/keinginan dengan kenyataan yang ada
Dari beberapa kesimpulan
diatas ,Masalah
merupakan situasi yang timbul karena ketidakstabilan dari suatu sisitem. Dimana
masalah biasanya dinggap sebagai sesuatu yang selalu buruk, karena sangat
sedikit menggap sebagai sesuatu untuk meraih kesempatan. kita menyatukan usaha
meraih kesempatan kedalam pemecahan masalah dengan mendefinisikan masalah
secara negatif sebagai kondisi atau kejadian yang berbahaya atau membahayakan
peruahaan, atau secara negatif sebaagi sesuatu yang menguntungkan atau merugikan. Semua sistem informasi akan mempunyai masalah, tanpa memperdulikan
seberapa baiknya sistem tersebut didesain. Beberapa hal yang menyebabkan sistem
informasi mempunyai masalah, antara lain karena :
a. Waktu (overtime).
b. Lingkungan sistem
yang berubah.
c. Perubahan prosedur operasional.
Perbaikan masalah
sistem informasi disebut maintenance programming, yang meliputi tanggapan
terhadap masalah sistem dan penambahan fungsi baru ke sistem. Maintenance
programming mencakup 60 sampai 90 persen dari programming budget dan
menunjukkan apakah sistem informasi yang memburuk perlu diganti atau
dipertahankan dengan melakukan perbaikan kecil (minor).
II.
Jenis-Jenis Permasalahan
Seorang
manjaer mungkin memahami sebagia persoalan lebih baik dari pada yang lain.
Maslah mengenai berapa banyak persediaan yang harus dipesan untuk pengisisan
kembali adalah suatu contoh permasalahan yang mungkin sangat dipahami oleh
seorang manajer. Ada beberapa permasalahan didalam sistem informasi, diantaranya :
a.
Masalah terstruktur
Masalah terstruktur
merupakan masalah yang terdiri dai elemen-elemen dan hbungan antar elemen yang
semuanya dipahami oleh pemecah masalah.
b.
Maslah tak terstruktur
Masalah terstruktur
merupakan masalah yang berisi elemen-elemen atau hubungan-hubungan antar elemen
yang tidak dipahami oleh pemecah masalah. Sebagai contoh masalah tak
terstruktur adalah maslah personalia yang ada paa suatu departemen, yang
pegawai-pegawainya tidak dapat bekerja sebagai satu team karena perbedaan
perilaku. Manejer bisnis biasanya kurang diperlengkapi untuk mendefinisiskan
permasalahan seperti itu secara terstruktur.
c. Masalah
semi-terstruktur
Masalah
semi-terstruktur merupakan masalah yang berisi sebagian elemen-elemen atau
hubungan yang di mengerti oleh pemecah masalah. Contohnya adalah pemilihan
lokasi untuk membangun pabrik baru. Sebagian elemen, seperti biaya tanah, pajak
dan biaya pengiriman bahan baku, dapat di ukur dengan tingkay ketepatan yang
tinggi. Namun elemen-elemen lain, seperti bencana alam, dan sikap massyarakat
sukar di identifikasi dan diukur.
Setelah
prosedur dibuat, komputer dapat memecahkan masalah terstruktur tanpa memerlukan
keterlibatan manager. Sebaliknya manajer harus melkukan sebagin besar tugas
memecahkan maslah tak terstruktr. Di area maslah semi-terstruktur yang luas,
manjer dan komputer dapat bekerja sama dalam menuju suatu solusi.
Jika
definisi masalah adalah kesenjangan antara target kinerja dan hasil aktual, hal
tersebut dapat kita terima, maka dari segi kognitif kita dapat mengelompokkan
masalah sebagai berikut:
1. Masalah yang diciptakan (problem
to be created), yaitu menetapkan target kinerja yang meningkat secara
terus-menerus, kemudian berusaha untuk menyelesaikannya melalui upaya giat
terus-menerus. Masalah yang diciptakan ini sering disebut masalah potensial (potential
problems) yang baru akan menjadi masalah aktual (actual problems) di
masa yang akan datang. Upaya menyelesaikan masalah ini adalah melalui inovasi
kreatif (peningkatan radikal dramatik) terus- menerus. Program Lean Six Sigma
yang sangat popular sekarang ini merupakan program inovatif untuk solusi
masalah yang diciptakan ini.
2. Masalah yang dirasakan (problems
to be perceived), yang berkaitan dengan upaya peningkatan secara bertahap
terus-menerus yang bertujuan memperkuat posisi yang sekarang. Penerapan Kaizen
dalam organisasi merupakan contoh solusi masalah yang dirasakan ini.
3. Masalah yang telah
terjadi (problems already occurred), yang berkaitan dengan target-target
masa lalu yang tidak tercapai atau deviasi dari standar-standar yang
ditetapkan.
III.
Pemecahan Masalah Pada Sistem Informasi Manajemen
Pemecahan
Masalah merupakan suatu aktivitas untuk menyelesaikan masalah. Sedangkan
masalah adalah suatu kondisi yang merugikan atau memiliki potensi merugikan
bagi sebuah perusahaan atau yang menguntungkan atau memiliki potensi untuk
menghasilkan keuntungan. Adapun Tahap Pemecahan Masalah meliputi :
1) Aktivitas Intelijen
2) Aktivitas Perancangan
3) Aktivitasn Pemilihan
4) Aktivitas Peninjauan
Aktivitas Pemecahan Masalah sangat erat kaitanya
dengan Pengambilan Keputusan. Pengambilan Keputusan adalah suatu kegiatan untuk
menyelesaikan masalah yang dipilih untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
IV.
Solusi
dalam Usaha Pemecahan Masalah
Pentingnya pemecahan masalah bukan
didasarkan pada jumlah waktu yang dihabiskan tetapi pada konsekuensinya. Pengambilan
keputusan dan pemecahan masalah. Pengambilan keputusan adalah tindakan memilih
strategi/ aksi yang diyakini manajer akan memberikan solusi terbaik atas
masalah tersebut. Salah satunya kunci pemecahan masalah adalah
mengidentifikasikan berbagai alternatif keputusan.
Setelah
masalah didefinisikan, manajer mengidentifikasi berbagai solusi alternatif,
mngevaluasinya, memilih dan menerapkan satu yang tampaknya terbaik, dan membuat
tindak lanjut untuk memastikan bahwa solusi itu efektif.
a. Mengidentifikasi
berbagai alternatif solusi
Manajer
mengidentifikasi bermacam-macam cara untuk memecahkan permasalahan yang sama.
Hal ini lebih mudah bag manajer berpengalaman, yang dapat menerapkan
solusi-solusi yang telah berhasil dimasa lalu, tetapi kreaifitas dan intuisi
juga berpera penting.
Sebgai contoh
bagaimana berbagai solusi diidentifikasi, anggaplah permasalahannya adalah
komputer yang tidak dapat menangani volume aktivitas perusahaan yang semakin meningkat. Ada 3
solusi alternatif:
·
Menambah lebih banyak peralatan pada
komputer yang ada utuk meningkatkan kapasitas dan kecepatannya.
·
Menggantika komputer yang ada dengan
komputer yang lebih besar.
·
Mengganti komputer yang ada dengan
jaringan komputer lokal (local area network) dari komputer-komputer yang lebih kecil.
·
Mengevaluasi berbagai alternatif solusi
Semua
alternatif harus dievaluasi dengan menggunakan kritera evaluasi yang sama, yang
mengukur seberapa bak suatu alternatif dapat memecahkan masalah. Walau kriteria
evaluasi dapat menyediakan banyak jalan menuju solusi masalah, ukuran dasarnya
adalah seberapa jauh suatu alternatif memampukan sistem untuk mencapai
tujuannya.
·
Memilih solusi terbaik
Setelah
mengevaluasi berbagai alternatif, selanjutnya perlu memilih satu alternatif
yang tampak terbaik. Henry Mintzberg, seorang ahli teori manajemen,
mengidentifikasi 3 cara yang manajer lakukan dalam memiih alternatif terbaik,
yaitu:
b. Analisis
Suatu evaluasi
sistematis atas pilihan-pilihan, mempertimbangkan konsekuensi pilihan tersebut
pada tujuan organisasi. Contohnya para anggota sesi JAD(joint application
design atau rancangan apikasi bersama) memutuskan pendekatn yang akan diambil
dalam menerapkna sistm informasi eksekutif.
c. Penilaian
Proses mental
dari seorang manajer. Misalnya manajer perusahaan manufaktur mnerapkan
penalamna dan intuisi dalam mengevaluasi taat letak pabrik baru yang disusulkan
oleh model matematika.
d. Tawar
menawar
Negoisasi antara
beberapa manajer. Contohny adalah perundingan diantara para anggota komite
eksekutif mengenai sistem informasi fungsional yag mana akan diterapkan.
e. Menerapkan
Solusi
Masalah tidak
terpecahkan haya dengan memilih solusi terbaik. Solusi ituperlu diterapakn
peralatan komputer juga harus dipasang.
Membuat tindak
lanjut untuk memastikan bahwa solusi itu efektif
Manajer harus
tetap mengatasi situasi untuk memastikan bahwa solusi mencapai kinerja yang
direncanakan. Jik solusi kurang dari yang diharapka, tahap-tahap pemecahan
masalah perlu ditelusuri ulang untuk menentukan apa yang salah lalu dicoba
sekali lagi, proses ini diulangi hingga manajer puas bahwa masalah tersebut
telah terpecahkan.
V.
Contoh Masalah dalam Perusahaan dan Analisisnya
Masalah yang terjadi pada PT Bima Nusantara antara lain:
- Langganan mengeluh.
- Banyak Piutan tidak tertagih.
- Pengendalian Manajemen kurang efektif
Dari
subyek-subyek masalah terjadi, analisis sistem harus dapat mengidentifikasikan
kemungkinan-kemungkinan penyebab terjadinya masalah-masalah ini.
- Masalah yang terjadi adalah langganan mengeluh, dapat diidentifikasikan yang menyebabkan masalah ini adalah karena 2 hal, yaitu:
- Pelayanan yang kurang baik pada pelanggan.
- Barang yang dikirim sering tidak sesuai.
- Masalah yang terjadi adalah banyak piutang tidak tertagih. Masalah ini dapat diidentifikasikan karena beberapa sebab, yaitu:
- Evaluasi pemberian kredit yang kurang benar
- Penagihan piutang yang kurang efektif
- Masalah yang terjadi adalah pengendalian manajemen kurang efektif. Masalah ini dapat diidentifikasikan karena disebabkan oleh kurang tersedianya laporan yang berkualitas.
IDENTIFIKASI
PENYEBAB MASALAH
Nama Proyek :
________________
Tanggal :
________________
Dibuat Oleh :
________________
Disetuji Oleh :
________________
|
No.
|
Masalah yang dihadapi
|
Identifikasi Penyebab Masalah
|
|
1
|
Langganan Mengeluh
|
a. Pelayanan Kurang baik pada
langganan
|
|
|
|
b. Barang yang dikirim sering
tidak sesuai
|
|
2
|
Banyak piutang tidak tertagih
|
a. Evaluasi pemberian kredit
tidak benar
|
|
3
|
Pengendalian Manajemen kurang
efektif
|
a. Kurang tersedianya laporan
yang berkualitas
|
IDENTIFIKASI
TITIK KEPUTUSAN PENYEBAB MASALAH
Nama Proyek : ________________
Tanggal : ________________
Dibuat Oleh : ________________
Disetuji Oleh : ________________
|
No.
|
Identifikasi Penyebab Masalah
|
Titik Keputusan
|
Lokasi
|
Aplikasi
|
|
1
|
Pelayanan Kurang baik kpd
Langganan
|
a. Penanganan Order Langganan
|
Order Penjualan
|
Penjualan
|
|
|
|
b.
Proses Pembuatan Order Penjualan
|
Order Penjualan
|
Penjualan
|
|
|
|
c.
Proses evaluasi kredit
|
Bagian
Kredit
|
Penjualan
|
|
|
|
d.
Proses pengambilan barang
|
Gudang
|
Penjualan
|
|
|
|
e. Proses pembuatan dokumen
pengiriman
|
Bag. Pengiriman
|
Penjualan
|
|
|
|
f. Proses pembuatan faktur
|
Billing
|
Penjualan
|
|
2
|
Barang yg dikirim sering tdk
sesuai
|
a. Kebenaran data difaktur
|
Billing
|
Penjualan
|
|
|
|
b. Kelengkapan faktur yang
didukung laporan pengiriman
|
Billing
|
Penjualan
|
|
3
|
Eveluasi pemberian kredit yg
kurang benar
|
a. dukungan informasi untuk
pemberian kredit
|
Bagian Kredit
|
Penjualan
|
|
4
|
Kurang tersedianya laporan yg
berkualitas
|
a. proses pembuatan laporan
|
Akuntansi
|
Penjualan
|
IDENTIFIKASI
PERSONIL-PERSONIL KUNCI
Nama Proyek : ________________
Tanggal : ________________
Dibuat Oleh : ________________
Disetuji Oleh : ________________
|
Nama
|
Bagian/Dept.
|
Jabatan
|
Tugas
|
|
Ibu Eni
|
Order Penjualan
|
Staff
|
-
Menerima Order dari Langganan
-
Membuat dokumen order penjualan
-
Membandingkan dokumen packing slip dengan order langganan
|
|
Ibu Yeni
|
Order Penjualan
|
Staff
|
-
Mengarsip order langganan
-
Memintakan persetujuan kredit kepada manajer kredit
-
Mendistribusikan order penjualan
|
|
Bpk Edi
|
Order Penjualan
|
Kepala Bagian
|
-
Bertanggungjawab terhadap pembuatan order penjualan
|
|
Bpk Jono
|
Bagian Kredit
|
Manajer Kredit
|
-
Menyetujui penjualan kredit dengan menandatangani order penjualan
-
Mengendalikan piutang-piutang yang harus ditagih
|
Dari Identifikasi diatas, menunjukan bahwa dalam
memecahkan masalah harus memperhatikan segala aspek, agar keputusan yang
diambil bisa sesuai dengan masalah yang dihadapi oleh perusahaan.
BAB
III
A.
Kesimpulan
Masalah selalu muncul dalam situasi dan kondisi apapun. Masalah itu
selalu ada ketika informasi yang terima suatu perusahaan tidak relevan dengan
informasi sebenarnya. Semua sistem informasi akan menyebabkan masalah, tanpa
memperdulikan seberapa baiknya sistem tersebut didesain.
Jenis-Jenis Permasalahan
a. Masalah terstruktur
b. Maslah tak terstruktur
c. Masalah semi-terstruktur
Dalam suatu masalah harus ada pemecahannya,
Pemecahan masalah merupakan tindakan yang dilakukan
untuk menghandle permasalahan yang ada dalam sistem informasi.
Tahap Pemecahan Masalah Pada
Sistem Informasi Manajemen
1. Aktivitas
Intelijen
2. Aktivitas
Perancangan
3. Aktivitasn
Pemilihan
4. Aktivitas
Peninjauan
B.
Saran
Dengan adanya Makalah ini maka diharapkan
untuk pembaca bisa menganalisis dan menyelesaikan masalah yang ada dalam suatu
permasalahan. Sedangkan untuk penulis sendiri mengharap bantuan dari pembaca untuk
memberi kritik yang membangun semoga
kami dapat membuat makalah yang lebih baik lagi. Karena makalah yang dibuat
ini jauh dari sempurna.







0 komentar:
Posting Komentar