KELOMPOK
3
NAMA
ANGGOTA :
1.
ALIF FUTIKHA ULFA
2.
TUTIK
3.
EMY TRY F.F
4.
VINA MUTI’AH
5.
NINDA F.U
POTRET SISTEM
PEMBELAJARAN DI INDONESIA MENURUT KELOMPOK BELAJAR
Tema : Kurangnya Metode Guru Untuk
Merangsang Siswa dalam Mengikuti Proses Pembelajaran
Dalam
proses pembelajaran tingkat SMP dan SMA ditetapkan kurikuluim bahwa siswa di tuntut untuk aktif .
Namun pada kenyataanya banyak dijumpai kurang keaktifan siswa dalam menyerap
apa yang di berikan oleh sebagian besar guru. Dengan keadaan yang seperti itu
sering kali menghambat proses dalam pembelajaran, sehingga tidak heran jika hasil
pembelajaran memberikan ketidak puasan bagi siswa maupun guru. Dari pengalaman
yang pernah kami alami, kurangnya keaktifan siswa cenderung pada cara pemaparan
guru dalam pembelajaran yang kurang menarik dan terkesan monoton. Padahal di
usia remaja dibutuhkan keaktifan untuk berfikir yang realistis. Namun kami
masih menjumpai diberbagai sekolah yang sudah memegang status Negeri, ada
beberapa guru memberi pembelajaran dengan metode ceramah yang tidak disertai
dengan study kasus yang ada di masyarakat. Sedangkan metode ceramah yang di
berikan guru kepada peserta didik terkesan monoton dan kurang adanya penerapan
atau penambahan maksud, bahkan masih juga ada guru yang memberikan materi
dengan cara membaca dan sama persis seperti yang ada didalam buku pegangannya.
Masalah berikutnya juga berkenaan dengan fasilitas-fasilitas dalam
pemebelajaran. Seperti tidak adanya teknologi . Sehingga peserta didik mengalami kesulitan untuk menyerap apa yang
di berikan, apalagi untuk aktif dalam forum tanya jawab. Apakah dalam hal ini
siswa yang harus disalahkan ataukah metode guru yang kurang tepat.
Berpacu
pada permasalahan diatas bahawa kurang berhasilnya peserta didik dalam menyerap
pembelajaran disebabkan karena masih ada guru yang menggunakan metode jaman
dulu, yang dirasa kurang tepat jika diterapkan untuk sekarang. Namun kita juga
tidak bisa menyalahkan sepenuhnya pada guru. Karena kemungkinan sebab ketidak
aktifan siswa berasal dari ketidak senangan peserta didik pada guru yeng
mengampu pelajaran atau ketidak senangan peserta didik pada materi yang di
ajarka.
Dengan kasus yang
ada, kami menyediakan solusi-solusi yang kiranya bermanfaat untuk kemajuan
pendidikan ekonomi yang ada di Indonesia.
a.
Solusi yang pertama untuk guru adalah, sekiranya guru memberikan kesan
yang bagus untuk pesetradidik guna memikat perhatian peserta didik untuk
menyenangi guru pengampu sebelum memulai pembelajaran. Karena jika siswa
menyukai pengampu pelajaran. Maka dengan mudah peseta didik menyerap apa yang
diberikan guru.
b.
Solusi kedua, guru berusaha untuk membuat
peserta didik menyenangi materi yang diberikan. Dengan tujuan agar siswa dapat mengikuti
materi pembelajaran tanpa pemaksaan dan siswa bisa aktif. Sehingga tidak ada
kekecewaan di antara peserta didik dan guru
c.
Solusi ketiga, harusnya guru mencari
metode-metode yang tidak monoton. Sehingga siswa tidak cepat bosan. Karena
banyak ditemui guru memberi materi
dengan cara ceramah, baca buku, dan memberi tugas. Hal ini diberikan kepada
peserta didik secara terus menerus.
Misalnya saja menggunakan metode tanya
jawab, permainan, atau studi kasus yang ada di negara kita. Sehingga siswa
dengan mudah memahami dan mampu
mengilustrasikan kasus serta mampu berfikir kritis.
d.
Solusi keempat untuk pihak sekolah, hendaknya
dari pihak sekolah menyediakan fasilitas- fasilitas pembelajaran untuk
mendukung proses pembelajaran. Misalnya saja disediakan LCD,wi-fi dan lain sebagainya. Karena di era
sekarng sekolah dituntut untuk mampu mengikuti perubahan manual ke arah
teknologi. Tidak hanya di bidang teknologi saja, fasilitas seperti papan tulis,
perpustakaan yang menyediakan buku-buklu pel;ajaran dan lain sebagainya juga
berpengaruh bagi peserta didik
e.
Solusi untuk siswa, sebelum memulai
pembelajaran. Hendaknya siswa terlebih dahulu menyenangi guru dan pelajaran
yamg akan disampaikan. Karena pandangan persepsi pertama akan mempengaruhi selanjutnya.
Jika dari awal peserta didik sudah tidak menyenangi guru atau bahkan materi.
Maka akan sulit pula sisiwa untuk menyerap materi yang diberikan.
5 KOMPONEN MENGAJAR:
1.
Teaching as a science
Adalah guru merupakan sosok pribadi manusia
yang memang sengaja dibangun untuk menjadi tenaga profesional yang memiliki profesiensi
(berpengetahuan dan berkemampuan tinggi) dalm dunia pendidikan yang
berkompenten untuk melakukan tugas mengajar.
Siapapun, asal memiliki profesiensi dalam bidang ilmu pendidikan akan mampu melakukan perbuatan mengajar dengan baik. penguasaan seseorang guru atas materi pelajaran bidang tugasnya adalah juga penting, tetapi yang lebih penting ialah penguasaanya atas ilmu-ilmu yang berhubungan dengan tugas mengajarnya. Karena belajar itu merupakan sebuah ilmu ditularkan untuk orang lain.
Siapapun, asal memiliki profesiensi dalam bidang ilmu pendidikan akan mampu melakukan perbuatan mengajar dengan baik. penguasaan seseorang guru atas materi pelajaran bidang tugasnya adalah juga penting, tetapi yang lebih penting ialah penguasaanya atas ilmu-ilmu yang berhubungan dengan tugas mengajarnya. Karena belajar itu merupakan sebuah ilmu ditularkan untuk orang lain.
2.
Teaching as a technoloy
Suatu metode pembelajaran yang
menuntut siswa,guru,maupun pihak sekolah untuk bisa mengikuti kemajuan
teknologi. Supaya lebih gampang dalam memahami pelajaran yang telah diberikan.
Karena teknologi sekarang sudah semakin maju seiring berjalannya waktu.
3.
Teaching as an art
Pembelajaran sebagai seni yaitu mengajar
merupakan suatu bakat yang dimiliki seorang guru untuk memberikan materi.
Karena dalam proses pembelajaran guru dituntut untuk menyampaikan materi dengan
benar dan tepat. Karena tidak semua
oarang mampu dan bisa berbicara didepan siswa apalagi menjadi guru.
4.
Teaching as value
Merupakan proses pembelajaran yaqng
membentuk nilai perilaku peserta didik.
5.
Teaching as a skill
Suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh
seorang untuk membentuk peserta didik yang dapat terampil dalam proses
melakukan suatu pekerjaan atau percobaan.







0 komentar:
Posting Komentar